Hasil Kajian ILF #7 – Pengantar Jinayah (Pidana Islam)

Fiqih erat dengan perbedaan pendapat. Dalam hal belajar Jinayat atau hukum pidana Islam dibutuhkan pengantar Fiqihi khtilaf untuk belajar jinayah. Fiqih mencangkup luas. Al fiqhu itu dari kata faqiha- yafqohu yang artinya memahami, orang memahami fiqih disebut faqiihun, jama’nya fuqohaaun.

FIQIH IKHTILAF

Fiqih ikhtilaf atau fiqih perbedaan pendapat : perbedaan dalam masalah penerapan hukum (syariah). Fiqih ikhtilaf hanya pada masalah furu’ (cabang). Ikhtilaf pasti terjadi, yang terjadi dalam masalah cabang tidak sama dengan iftiraaq : ini masalah aqidah atau keyakinan. Ikhtilaf itu tidak membahas usul, usul yaitu masalah pokok atau inti. Fiqih bisa membahas usul bisa juga membahas cabang.

Pembagian ikhtilaf :

  1. Ikhtilaf tadhdhodh : yang tidak ada toleransi (tidak boleh sesuka hati)

Contoh: qunut shubuh

Mazhab syafi’i : qunut termasuk rukun

Mazhab maliki, hambili, hanafi : qunut tidak termasuk rukun

2. Ikhtilaf tanawu ‘ : yang ada toleransi di dalamnya

Contoh: Bismilah ketika sholat

Mazhab syafi’i : berpendapat dibaca jahr, (maghrib, isya, subuh)

Maliki : bismillah tidak dibaca

Hanafi dan hambali: dibaca sir (lirih)

Sebab ikhtilaf:

  1. Penerimaan dalil dari hadits tidak merata, padahal Al Qur’an tidak bisa dipahami tanpa hadits.

Peneriman hadits pada masanya tidak cukup merata di seluruh wilayah semenanjung arab, yang dimana hadits-hadits banyak beredar di sekitar wilayah Mekkah dan Madinah karena Rasulullah SAW umumnya hanya bepergian disekitar area tersebut. Sementara wilayah Syam, Mesir, dan beberapa wilayah lain, peredaran haditsnya kurang begitu merata. Salah satu mujtahid yang bermukim di daerah Mekkah dan Madinah adalah Imam Malik, sehingga hal ini menjadi sebab bahwa banyak hadits yang dipahami oleh Imam Malik.

Imam Malik adalah murid dari Nafi’ (tabiin), Nafi’ adalah murid dari Ibnu Umar dn Ibnu Umar adalah murid dari Nabi SAW. Hal ini bukan kemudian membenarkan secara sepihak bahwa Imam Malik sebagai mujtahid yang paling mendekati ahlussunah wal jamaah, karena Imam Malik juga guru dari Imam Syafi’i, Imam Syafi’i adalah guru dari imam Ahmad Bin Hambal yang punya murid Imam Bukhori, Imam Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah.

Hadist baru dibukukan setelah 4 imam meninggal

“Seolah mujtahid jika mereka berpendapat maka benar dapat 2 dan salah mendapat satu.

Proses mencari hukum yang dinilai satu.” Ulama berbeda pendapat karena penguasaan dan penerimaan dalil yang berbeda. Jika dalilnya sama sama shohih maka boleh dilakukan keduanya.

Masih ada sebab ikhtilaf lain yang insya Allah akan dijelaskan kemudian, begitupun dengan fiqh Jinayat. Bersambung pertemuan yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *