Hasil Kajian ILF #3 – Sumber Hukum Islam

 

Sumber Hukum Islam adalah berasal dari kata sumber yang berarti asal, yang kemudian dapat dipahami sebagai asal dari Hukum  Islam, dalam pengambilan keputusan hukum islam sumber hukum dapat diartikan pula sebagai dasar Hukum Islam atau dalil Hukum Islam.

 Sumber Hukum Islam dalam  surat An-Nisa ayat 59 yang berbunyi

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah rasul (Muhammad, dan Ulil Amri(pemegang kekuasaan) diantara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu)dan lebih baik akibatnya.”

Dapat kita simpulkan dengan ini sumber hukum islam yang terdapat dalam surat An-Nisa ayat 59 adalah Al-Quran dan Hadits. Dalam sumber yang lain dikatakan pula bahwa:

ketika Rasulullah mengutus Mu’adz bin Jabal menjadi gubernur di Yaman, beliau bertanya kepadanya, “Dengan pedoman apa engkau akan memutus sesuatu urusan ?”  “Dengan Kitabullah”  jawab Muadz, ”Kalau tidak ada dalam Al Quran?” tanya Rasul “dengan sunnah Rasulullah” jawab Muadz, “kalau dalam sunnah juga tidak ada?” tanya Rasul, “sayberijtihad dengan pikiran saya” jawab Muadz “Mahasuci Allah yang telah memberikan bimbingan kepadutusan Rosul-Nya, dengan satu sikap yang disetujui Rasul-Nya. (HR Abu Dawud danT urmudzi)

Berdasarkan surat An-Nisa ayat 59 dan hadits diatas dapat disimpulkan bahwa sumber Hukum Islam ada tiga yakni Al-Quran, As-Sunnah dan akal pikiran yang mampu melakukan Itjihad.

Penggunaan ketiga sumber ini juga memiliki hierarki, Al-Quran adalah sumber Hukum Islam yang paling utama, namun karena Al-Quran bukan kitab hukum yang terperinci dan ketentuan-ketentuan di dalamnya bersifat universal dan tidak lekang oleh zaman, maka sumber Hukum Islam berikutnya yang dapat kita gunakan adalah Sunnah Nabi. Sunnah Nabi adalah salah satu sumber Hukum Islam yang merujuk pada praktik muamalah saja, sunnah nabi berisi kaidah-kaidah umum dalam muamalah. Namun, ketika sunnah nabi belum bisa menjadi sumber hukum pada suatu persoalan tertentu maka sunnah nabi akan dirinci kembali oleh Itjihad. Kesimpulan lain yang dapat diambil dari ayat dan hadits tersebut adalah hakim tidak dapat menolak untuk menyelesaikan suatu sengketa dengan alasan bahwa tidak ada dasar hukum untuk menyelesaikan suatu sengketa. Hakim tersebut wajib menyelesaikan sengketa apapun yang datang kepadanya dengan cara merujuk pada Al-Quran, As-Sunnah dan beritjihad melalui berbagai metode penemuan hukum.

SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM

  • Al-Quran

Berasal dari kata qara’a yang artinya membaca, kata ini berubah menjadi kata benda quran yang berarti bacaan atau sesuatu yang harus dibaca dan dipelajari. Al-Quran merupakan sumber hukum pertama dan utama, dalam Al-Quran terdapat kaidah-kaidah fundamental yang perlu dikaji dan diteliti lebih dalam.

Fungsi Al-Quran yakni sebagai wahyu dari Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, Mukjizat nabi Muhammad SAW, pedoman hidup bagi setiap muslim, dan sebagai penyempurna kitab-kitab Allah sebelumnya.

Menurut Sayyid Husein Nasr, Al-Quran memiliki 3 peran sebagai petunjuk bagi manusia yaitu:

  1. Ajaran yang memberi pengetahuan tentang berbagai hal, baik raya maupun makhluk yang mendiaminya. Termasuk ajaran tentang keyakinan, hukum, dan akhlak
  2. Sebagai sejarah atau kisah pada zaman sebelumnya dan petunjuk di hari kemudian
  3. Berisi sesuatu yang sulit dijelaskan dengan bahasa biasa karena mengandung sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita pelajari secara rasional

Sejarah kodifikasi dan perkembangan Al-Quran bermula pada saat Rasulullah masih hidup. Rasulullah secara langsung memerintahkan para sahabat penulis wahyu untuk menuliskannya secara hati-hati dan sebagian sahabat yang lain menghafalkan, setelah itu diamalkan. Al-Quran dikumpulkan dalam mushaf (kumpulan lembaran yang tertulis) pada zaman Abu bakar Ash-shiddiq.  Zaid ibn Tsabit, sekretaris nabi, adalah sahabat yang mendapatkan tugas tersebut. Kemudian pada masa Usman bin Affan, lembaran Al-Quran yang disimpan oleh hafsah disalin oleh Zaid ibn tsabit menjadi beberapa naskah karena penganut Islam sudah semakin banyak.

Al-Quran terdiri dari 114 surat, dengan rincian 91 surat turun di makkah, yang kemudian disebut makiyyah, dan 23 surat turun di madinah yang disebut madaniyyah. Surat-surat makiyyah biasanya memiliki ciri surat-surat yang pendek menyangkut prinsip fundamental yang ditujukan pada manusia. Sementara surat madaniyyah biasanya memiliki ciri surat cenderung panjang dan menyangkut aturan hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Al Quran menurur para ahli memiliki empat kandungan yaitu Aqidah, Syariah yang kemudian dirinci kembali menjadi ibadah (hubungan manusia dengan Tuhannya) dan Muamalah (hubungan antar manusia), Akhlaq, kisah umat terdahulu, berita tentang zaman yang akan datang, dan prinsip ilmu pengetahuan.

Menurut Abdul Khollaf, ada bermacam-macam hukum dalam Al-Quran yaitu Hukum Itiqadiyah (berkaitan dengan iman), hukum Akhlak atau etika, hukum amaliyah (hukum yang mengatur mengenai ibadah dan muamalah).

  • As-Sunnah dan Hadits

Hadits secara etimologis berarti baru, dekat atau khabar. Hadits secara istilah berarti segala perbuatan, perkataan dan keizinan Nabi Muhammad. Sementara pengertian Sunnah secara etimologis berarti jalan atau tradisi. Meskipun ada yang berpendapat hadits dan sunnah berbeda, tapi dalam kebiasaan Hukum Islam, perbedaan hadits dan sunnah hanya berbeda dari sisi penggunaan saja.

Sunnah sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Sunnah berfungsi sebagai rincian dari ketentuam-ketentuan yang telah ditetapkan dalam Al-Quran termasuk cara shalat, kadar dan ketetentuan zakat, cara haji dan sebagainya.

Hubungan As-Sunnah dan Al-Quran adalah As-Sunnah ada tiga, yaitu:

  1. Bayan Tafsir : menerangkan ayat Al-Quran yang sangat umum
  2. Bayan Taqrir : memperkokoh dan memperkuat pernyataan Al-Quran
  3. Bayan Taudhih : menerangkan maksud dan tujuan Al-Quran

Sunnah atau hadits terdapat dua bagian yaitu sanad dan matan. Isnad adalah sandaran untuk menentukan kualitas dari suatu hadits atau merupakan rangkaian orang-orang yang meriwayatkan hadits secara turun temurun. Sedangkan Matan adalah materi atau inti  dari hadits itu sendiri.

Jenis dan macam hadits

Dari kualitas perawinya

  1. Sahih, diriwayatkan oleh perawi yang adil, senantiasan berkata benar, menjauhi perbuatan terlarang, mempunyai ketelitian yang sempurna, sanad (rantai perawi) bersambung sampai Nabi Muhammad SAW tidak ada cacat dan tidak berbeda dengan periwayatan orang-orang terpercaya.
  2. Hasan, diriwayatkan oleh perawi yang adil namun kurang teliti, sanadnya bersambung sampai Nabi Muhammad SAW dn tidak ada cacatnya.
  3. Dhaif, Hadits yang tidak memenuhi syarat hadits Sahih dan Hasan.
  4. Qudsi, Hadits yang disampaikan Allah melalui malaikat Jibril, tapi bukan bagian dari Al-Quran dan ditafsirkan kalimatnya oleh nabi sendiri.
  5. Dari jumlah perawi
  6. Mutawatir, hadits yang diriwayatkan oleh sekian banyak sahabat sehingga mustahil untuk dibantah kebenarannya.
  7. Masyhur, hadits yang diriwayatkan oleh seorang, dua orang atau lebih sahabat namun tidak sebanyak mutawatir akan tetapi generasi setelah sahabat (tabi’in) dan setelahnya (tabi tabi’in) jumalh orang yang meriwayatkannya sama dengan jumlah sahabat yang meriwayatkan hadits mutawatir
  8. Ahad, hadits yang diriwayatkan seorang, dua orang atau lebih sahabat tapi jumlahnya tidak sama dengan hadits mutawatir, hadits ini adalah hadits yang paling banyak jumlahnya dalam kitab-kitab hadits.

Perbedaan Al-Quran dengan Hadits sebaagaai sumber hukum adalah yang pertama, Al-Quran memiliki kebenaran yang qathi’ (absolut) sementaraa hadits adalah Zhanni (relatif) kecuali hadits mutawatir, kudua seluruh ayat Al-Quran harus dijadikan pedoman, tapi tidak semua hadits harus dijadikan pedoman, ketiga, Al-Quran memiliki keotentikan pada lafadznya sementara hadits tidak.

  • Itjihad

Itjihad berarti pencurahan segenap kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yaitu penggunaan akal sekuat mungkin untuk menemukan suatu keputusan hukum tertentu yang secara eksplisit tidak terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah. Ketika melakukan Itjihad, akal adaah kunci utama untuk memahami sumber-sumber lain untuk mengambil keputusan dalam ber-Itjihad.

Kududukan Itjihad dalam sumber Hukum Islam adalah, Itjihad tidak dapat melahirkan suatu keputusan absolut, kemudian keputusan yang ditetapkan oleh Itjihad dapat mengikat bagi satu oang namun tidak mengikat bagi sebagian lainnya sesuai tempat dan waktu, lalu, itjihad tidak berlaku dalam urusan beribadah dan mahdhah, keputusan itjihad tidak boleh bertentangan dengan Al-Qurn dan Sunnah, terakhir, keputusan Itjihad hendaknya dipertimbangkan faktor motivasi, akibat, kemaslahatan umum dan kemanfaatan bersama.

Metode beritjihad

  1. Qiyas, Menetapkan suatu hukum yang tidak diterangkan dalam Al-Quran dan sunnah dengan dianalogikan kepada hukum yang sudah diterangkan hukumnya melalui AL-Quran dan Sunnah karena sebab yang sama
  2. Ijma, Itjihad kolektif yang persepakatan ulama-ulama islam dalam menentukan suatu masalah itjihadiyah
  3. Istihsan, menetapkan suatu hukum terhadap suatu persoalan Itjihadiyah atas dasar prinsp umum ajaran islam, seperti keadilan, kasih sayang dan lain-lain.
  4. Istishab, penetapan hukum sesuai dengan keadaan yang pernah terjadi sebelumnya, sampai ada dalil yang mengubahnya
  5. Urf, adat yang tidak bertentangan dengan hukum islam dapat dikukuhkan dan tetap berlaku bagi masyarakat yang bersangkutan.
  6. Mashalihul mursalah, menetapkan hukum terhadap suatu persoalan itjihadiyah atas pertimbangan kemanfaatan yang sesuai dengan tujuan syariat. Perbedaan dengan isihsan terletak pada dalil dari Al-Quran atau sunnah yang bersifat umum.

Syarat menjadi Mujtahid (orang yang dapat BerItjihad)

  1. Menguasai bahasa arab untuk memahami Al-Quran dan kitab yang berbahsa arab
  2. Mengetahui isi dan sistem hukum Al-Quran untuk memahami
  3. Mengetahui hadits hukum dan ilmu hadits
  4. Menguasai kaidah islam
  5. Mengetahui tujuan hukum islam
  6. Jujur dan ikhlas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *